Perjalanan Panjang Yang Kumulai Di Bulan September
Daftar Isi
Sesuai gambar ya, jadi dibulan september ini tepatnya hari minggu kemarin 22 september 2024, saya beranikan diri motoran dari batulicin ke banjarmasin.
Assalamu'alaikum, ya hari minggu kemarin saya kebanjarmasin melihat adik yang sedang kuliah disana. Saya coba jalan alternatif batulicin- banjarbaru yang bisa mempersingkat perjalanan beberapa jam, namun karena baru pertama motoran jauh tetap saja saya sampai dengan waktu yang cukup lama.
Jadi kita mulai dari kendaraan yang saya pakai, scoopy lama saking lamanya platnya tahun 2020, mati dan sumbernya dari kantor, karena ini inventaris kantorlah hitungannya. Padahal saya hanya disuruh memakai dalam radius desa, sekedar dipake keluar beli makanan ataupun barang keperluan lainnya. Namun kali ini saya pakai sampai menembus kabupaten, walaupun dalam perjalanan selalu was was. ngecek depan terus sih.
Lanjut dipagi itu saya start di pukul 07.00 setelah menyelesaikan soal soal untuk persiapan skd cpns, Langsung menuju pom bensin yang berada di perempatan menuju jalan alternatif, nunggu antrian yang begitu lama sekitar 30 menitan mungkin ada, kurang pasti karena tidak punya jam tangan dan setiap lihat hp lupa lihat jamnya. Selesai pengisian bensin, saya langsung buka maps dan set ke tujuan banjarbaru. Karena sebelumnya nonton video orang dijalan alternatif masih susah sinyal bahkan tidak ada.
Perjalanan pelan tentunya, karena saya sangat hati-hati dan jalannya baru pertama kali dilewati, apalagi ini akan menjadi pengalaman pertama jalan jauhku, jalan alternatif ini medannya cukup rumit di bagian gunungnya, apalagi jembatan masih banyak yang belum selesai. Saya memutuskan untuk pulang tidak melewati jalan ini, Karena tidak yakin scoopy yang saya bawa bisa mendaki jalan yang dibukit bukit.
Saya sampai dikos adik saya pukul 12 siang dibanjarmasin, jadi perjalanan ada 5 jaman. Sampai sana istirahat, kemudian saya menemani teman adik saya yang juga keluarga, kalo dari hubungan keluarga mungkin bisa di panggil paman. Saya menemaninya mencari tali gitar di banjarmasin. Karena tidak tau toko penjualnya kami gunakan maps.
Namun dalam perjalanan harinya tiba-tiba hujan, sayapun memberi saran untuk ke arah kosnya dulu, sekalian melihat tempat kosnya. Dalam perjalanan karena jalan licin disalah satu tikungan jalan saya tidak dapat mengontrol kendaraan dan akhirnya jatuh, dapat tanda goresan ditangan kiri karena menahan aspal jalan. Untung suasana tidak cukup rame hanya ada 2 orang yang menghampiri kami, menanyakan kabar kami, Alhamdulillah tidak ada luka kecuali tangan kiri tadi. Kemudian kami lanjutkan perjalanan sampai ke kosnya.
Setelah hujan mereda dan kami siap mencari kembali tali gitar, dibantu dengan maps kami akhirnya dapat menemukannya. Dab kembalilah kami ke kos adikku berkumpul bersama yang lain.
Skip kemalam hari karena saya sudah datang, harus ada jalan-jalannya dong, kami pesan grab jalan-jalan ke dutamall, karena dari mereka ada juga yang belum pernah kesana jadi diputuskan kesitu aja. Tentunya tujuan kita adalah studio mininya yang berada dilantai paling atas, karena spot fotonya banyak. Setelah sampai atas saya melihat seorang cewe masuk kesebuah ruangan, ternyata ruangan tersebut adalah mushola dan ada toilet didalamnya. Saya coba masuk juga dan ternyata benar cewe tadi berada di toilet perempuan.
Coba pura-pura mencari toilet laki-laki setelah ketemu saya masuk dan buang air, setalah itu karena waktu Isya juga sampai akhirnya saya sempatkan sholat isa dimushola itu juga.
Setelah beberapa lama mengambil foto foto, kami putuskan pulang dan berjalan kaki dipinggir jalan raya sambil mencari warung makan. Setelah 1 km berjalan diseberang ada warung padang dan wong solo, kamipun coba menyebrang dan pilihan terbanyak jatuh ke nasi padang, kami pesan nasi padang dan menikmatinya.
Karena tinggal 1 km lagi jadi kami putuskan untuk jalan kaki sampai kekos adik saya. Sesampainya dikos saya coba tidur cepat karena besok saya akan pulang ke batulicin kembali. Mereka malah main kartu domino sampai larut malam. Saya tidak bisa tertidur apalagi memikirkan jalan alternatif yang medannya seperti itu.
Akhirnya setelah terbangun dan saya jalan pulang saya pilih jalan biasa, melewati pelaihari dan lain-lain karena jalur ini jaringannya baik biar bisa berkabar juga dijalan pikirku, sekalian mencoba jalan ini juga. Karena selama kuliah hanya dibonceng teman ketika melewati jalan ini dan sekarang bisa berkendara sendiri, saya start setelah sholat subuh di mushola, sambil berdoa meminta keselamatan dijalan dan sampai di batulicin jam 11 lebih. Harusnya bisa dibawah jam 11 tapi di daerah pagatan turun hujan dan saya berteduh beberapa menit. Saya juga singgah makan di Pelaihari ketika memastikan apakah jalan yang saya lewati sudah benar.
Alhamdulillah, akhirnya bisa sampai kebatulicin kembali dan masuk kantor walaupun terlambat beberapa jam.